Fatchul Mu’in

Spektrum pemikiran

Maryamah Karpov: Anak Bungsu Andrea Hirata

Posted by fatchulfkip on January 4, 2009

Resensi Buku

Judul Buku : Maryamah Karpov

Pengarang : Andrea Hirata

Penerbit : Bentang

Cetakan : Pertama, November 2008

Tebal : xii + 504 halaman

Peresensi : Fahrina Galuh Larasati

Setelah sukses menyematkan gelar “Best Seller” pada ketiga bukunya, akhirnya pada November lalu Andrea Hirata meluncurkan “Anak Bungsunya”, Maryamah Karpov. Novel yang disebut-sebut sebagai karya pamungkas Andrea Hirata ini merupakan rangkaian terakhir dari tetralaogi Laskar Pelangi. Setelah resmi beredar, buku yang diluncurkan pada 28 November 2008 di toko buku MP Book Point di bilangan Kemang, Jakarta Selatan ini sudah ludes terjual. Bagaimana tidak? Pencinta tetralogi Laskar Pelangi sudah dibuat penasaran oleh aksi-aksi konyol Ikal dan kawan-kawannya. Andrea Hirata sendiri menyatakan bahwa pembaca setia tetralogi Laskar Pelangi akan mendapat semua jawaban di Maryamah Karpov.

Cerita diawali dengan penuturan Andrea tentang kenangan masa kecil Ikal bersama Ayah dan Ibunya. Selanjutnya, Ikal yang baru saja pulang dari studinya di Universitas Sorbone, Prancis, terhempas kembali dalam kehidupannya sebagai warga Melayu udik. Tentu saja kini Ia menjadi pengangguran yang paling tinggi pendidikannya, kebiasaan orang Melayu Belitong tidak banyak berubah, mereka masih saja suka membual, menggunjing, dan menghabiskan waktu dengan bersantai di warung kopi.

Suatu hari, warga Belitong dikejutkan dengan adanya penemuan Jenazah berajah kupu-kupu. Rajah kupu-kupu yang merupakan tato trah keluarga itu adalah suatu petunjuk dari orang yang selama ini Ikal cari, pujaan hatinya: A Ling. Hati kecinya meyakini bahwa A Ling berada di pulau Batuan. Dengan berbekal keberanian, Ikal bertekad untuk berlayar mengarungi pulau Batuan, pulau tempat Lanun (bajak laut) bersembunyi. Sangat tidak mudah untuk menuju pulau yang terkenal dengan keangkerannya itu, karena tidak ada nelayan yang pergi melaut ke pulau tersebut, sehingga Ikal tidak bisa menumpang salah satu perahu mereka. Jalan satu-satunya untuk mencapai pulau itu adalah dengan memiliki perahu sendiri. Ya, Ikal akan membuat perahunya sendiri. Mustahil memang, tetapi buakan Ikal namanya jika Ia menyerah hanya karena kata “mustahil”. Dengan dibantu teman-temannya dari Laskar Pelangi dan Societeit de Limpai, kelompok manusia aneh petualang dunia gaib pimpinan Mahar, akhirnya perahu yang dinamai “mimpi-mimpi Lintang” tercipta.

Tibalah saatnya untuk memulai petualangan yang sesungguhnya, Ikal, Mahar, Kalimut, dan Chung Fa berlayar melintasi selat Malaka menuju pulau Batuan , untuk mencari A Ling. Singkatnya, setelah menghadapi berbagai rintangan A Ling pun ditemukan. Keteguhan dan keberaniannya telah membawa Ikal pada satu titik yang sangat ingin dicapainya: bertemu kembali dengan gadis berkuku indah yang telah membuatnya jatuh cinta, A Ling.

Tepat rasanya mengatakan bahwa Andrea Hirata merupakan seniman kata-kata. Setiap kalimat yang diciptakannya memilki kekuatan tersendiri untuk membuat pembaca tersihir. Semua buku karya Andrea Hirata disajikan dengan gaya bahasa yang ringan dan khas, tak terkecuali Maryamah Karpov. Meski cerita sedikit bertele-tele, Andrea tetap bisa membuat pembacanya menuntaskan cerita yang tersuguh dalam Marayamah Karpov sampai ke halaman 504. Ada sedikit keanehan pada novel keempat dari tetralogi Laskar Pelangi ini, yaitu tentang pemberian judul. Bagi pembaca yang mengikuti tetralogi ini dari awal pasti tersadar akan hal itu. Mak Cik Maryamah, wanita yang pandai bermain catur Karpov, sehingga mendapat julukan, Maryamah Karpov, tidak banyak disebut dalam cerita yang relatif panjang ini. Hal ini menimbulkan kesan bahwa terjadi ketidaksesuaian antara judul dan isi. Namun, terlepas dari isi yang tidak nyambung dengan judul, Maryamah Karpov tetap kaya akan nilai moral.

Keteguhan hati dan keberanian untuk bermimpi telah membawa Ikal pada banyak hal dan peristiwa. Satu hal yang ingin disampaikan Andrea Hirata dalam novel ini adalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita masih memiliki akal dan kecerdasan yang telah dianugerahkan Tuhan. Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan. Buah yang paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya. Pelajaran moral yang dapat dipetik, bermimpilah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: