Fatchul Mu’in

Spektrum pemikiran

Membantu orang yang kurang beruntung?

Posted by fatchulfkip on October 12, 2008

Oleh: Fatchul Mu’in

Di sebuah sekolah ada perlakukan khusus terhadap orang kurang/tak mampu. Ada keringanan biaya, kalau dipandang sangat perlu, dibebaskan. Proses pengurusan tak menuntut banyak persyaratan. Cukup melayangkan surat permohonan keringanan atau pembebasan, dengan dilampiri surat keterangan tak mampu dari Lurah setempat. Kemudian, orang tua/wali murid yang bersangkutan dikunjungi oleh tim dari sekolah untuk mengobservasi dan memberikan rekomendasi apakah yang bersangkutan perlu diberi keringanan atau pembebasan. Lalu, orang tua/wali murid dipanggil oleh komite sekolah untuk diwancarai. Terakhir, komite sekolah menentukan besaran keringinan atau pembebasan.

Dalam wawancara itu sebenarnya bisa diketahui apakah orang tua/wali murid itu mampu atau tidak. Terkadang, walau dia sebenarnya mampu saja membayar kewajiban, namun karena ada kesempatan untuk mendapatkan keringinan, tetap saja dia meminta keringinan biaya, bahkan karena perlu, bebas dari biaya sekolah. Orang seperti ini bisa dikategorikan ”mampu tetapi pura-pura tidak mampu”.

Ada memang, sejumlah orangtua/wali murid yang tidak mampu. Mereka adalaah janda, korban PHK, abang becak, abang ojek dan lain-lain. Mereka tidak punya penghasilan tetap, sehingga cukup beratlah bila mereka harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk uang pengembangan dan seratus rupiah lebih untuk iuran bulanan. Bila rekomendasi yang diberikan tim sekolah, bahwa mereka harus dibebaskan, adalah suatu keharusan.

Idealnya, orang tua/wali murid yang berkecukupan bersedia memberikan donasi terhadap saudara kita yang kurang beruntung. Bila sekolah dan komite bisa merancang program subsidi silang, maka orang-orang kurang/tak mampu akan terbantu. Bukan hal tak mungkin, bahwa anak-anak mereka termasuk anak-anak cerdas. Amat sayang, bila anak cerdas tidak natau kurang mendapat perhatian. bila ada program bea siswa, mereka inilah yang musti mendapatkan prioritas.

Namun demikian, dalam kondisi apapun, tak ada yang gratis di dunia ini. Jangankan sekolah, mau berak atau kencing saja di WC umum, kita harus bayar Hanya bakantut saja, yang belum ditarik bayaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: