Fatchul Mu’in

Spektrum pemikiran

Masa Orientasi Siswa?

Posted by fatchulfkip on October 12, 2008

SISI POSITIF MASA ORIENTASI SISWA (MOS)

(Klarifikasi atas Tulisan Muhammad Siddik)

Oleh : Fahrina Galuh Larasati

SMA NEGERI 1 BANJARMASIN

Banyak pihak menganggap MOS merupakan ajang perploncoan terhadap siswa-siswi baru.MOS dianggap sebagai hal tak penting. Bila tak penting, mengapa sekolah mengadakan MOS sebagai salah satu program sekolah? Tentu saja, MOS terlepas dari sisi positif-negatif, penting dan perlu dilaksanakan. Seperti yang pernah ditulis oleh Kak Hery Rosadi (Radar Banjarmasin, 26 Juli 2008), MOS merupakan ajang pembauran, suatu ajang untuk saling mengenal satu sama lain.

Dengan tulisan ini, saya ingin memberikan klarifikasi tentang pelaksanaan MOS di SMAN 1 Banjarmasin. Pertama, masalah topi purun dan bakul merupakan dua barang yang dianggap sangat penting. Pengenaan topi purun dan membawa wadah bakul didasarkan pada sebuah pemikiran/tujuan. Tujuannya, jelas. Tahukah anda? Pada saat tahun ajaran baru omset yang pengrajin topi purun dan bakul meningkat? Mungkin hal itu tidak pernah terlintas di benak anda, tapi itulah kenyataannya. Kenyataan bahwa kita membantu pengrajin atau pedagang topi purun dan bakul.

Masalah yang kedua, omel-omelan. Selama pelaksanan MOS di SMAN 1 Banjarmasin tiada hari tanpa dering telepon. Telepon dari siapa? Tentu saja dari orang tua siswa baru yang mengatakan omel-omelan bukanlah cara untuk menegakkan disiplin. Okay, saya terima pendapat itu. Sebelumnya saya ingin bertanya, bagaimana cara menegakkan disiplin yang benar? Menurut pengamatan saya, omel-omelan tersebut cukup efektif untuk mendisiplinkan siswa-siswi baru. Contohnya; pada saat pra MOS ada seorang siswi yang mengenakan pakaian dan celana yang super ketat, memakai kuteks serta memakai sepatu yang tak bertali. Setelah diberi omelan siswi tersebut berubah 180 pada hari berikutnya. Nah, terbukti bukan? Satu hal lagi yang perlu saya tegaskan, omelan hanya diberikan pada orang yang salah, PD (Penegak Disiplin) tidak pernah mencari-cari kesalahan orang. Kurang kerjaan banget, PD masih punya pekerjaan yang lebih penting daripada mencari-cari kesalahan orang.

Ketiga, masalah tanda tangan. Lagi-lagi, hal itu dianggap tidak penting. Sebenarnya panitia mewajibkan adik-adik kelas untuk meminta tanda tangan untuk membentuk mental mereka, agar mereka mampu berkomunikasi (tidak malu) dengan kakak-kakak kelas mereka.

Masalah selanjutnya adalah masalah jam istirahat yang dianggap sangat kurang, sehingga banyak laporan orang tua yang mengatakan bahwa anak-anaknya tidak sempat makan. Perlu anda ketahui, waktu istirahat ketika MOS adalah 20 menit, lebih lama 5 menit dari istirahat di hari-hari biasa, belum lagi ditambah istirahat sholat dan waktu senggang di dalam kelas. Tak ada larangan bagi adik-adik kelas untuk makan di dalam kelas. Tapi, tak ada yang mau makan di dalam kelas.

Terakhir, persoalan surat sayang. Sejumlah pihak melontarkan pertanyaan: “Surat cinta?. Memangnya anak kami mau diajarin cinta-cintaan?”. Sebenarnya bukan surat cinta tapi surat sayang. Setiap makhluk pasti memiliki cinta dan kasih sayang, bukan? Jujur, kami tidak ada maksud untuk mengajarkan adik-adik kami untuk cinta-cintaan. Panitia hanya ingin mengajarkan adik-adik kami untuk mengekspresikan perasaannya lewat tulisan, itung-itung melatih otak kanan.

Muhammad Sidik tak selayaknya memplesetkan MOS dengan Masa Omel-Omelan Senior. MOS tetap bernuansa positif. Memang, ekses bisa saja negatif, yang bisa diperbaiki. Kami mohon MAAF kepada semua pihak (baik sekolah, para Guru, orang tua, maupun siswa baru) bila selama pelaksanaan MOS banyak kekurangan atau kekhilafan. (Penulis: Panitia MOS SMA Negeri 1 Banjarmasin)

One Response to “Masa Orientasi Siswa?”

  1. Hery Rosadi said

    halo bos,
    baru hari ini aku baca tanggapan mengenai tulisan ku kemaren,tampak nya sudut pandang yang kita ambil sama.

    terima kasih atas pembelaan nya, dan mohon maaf baru hari ini ucapan terima kasih nya, maklum bos, lagi sibuk banget ma kerjaan.

    mohon kalau ada tulisan yg dikirim ke koran di cc kan ke Email saya, supaya saya ada dapat pencerahan lagi nih, maklum dah lama engga brosing dan baca koran

    rgrds
    Hery Rosad

    Ok. terima kasih banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

«
 
%d bloggers like this: