Fatchul Mu’in

Spektrum pemikiran

Kilas Balik Aruh FKIP Unlam 2004

Posted by fatchulfkip on March 7, 2008

Oleh : Fatchul Mu’in

Aruh FKIP Unlam 2004 yang pertama kali ini digelar, ditutup Pembantu Dekan I FKIP Unlam di GOS Taman Budaya Kayutangi Banjarmasin. Terhadap pelaksanaan aruh ini, saya melihatnya dari dua sisi: sukses pada satu sisi dan ‘gagal’ di sisi lain.

Panitia merasa bangga karena kesuksesannya yang luar biasa. Mulai tahap persiapan, pimpinan FKIP memberikan fasilitas terbaik dan terhormat, Ruang Rapat Fakultas. Bayangkan, mana ada di dunia kampus di jagat raya ini, ruang khusus untuk membicarakan segala masalah fakultas ‘direlakan untuk dikuasai’ panitia. Ini sungguh luar biasa.

Bahkan, Dekan FKIP Drs H Rustam Effendi merelakan diri untuk menggelar Rapat Fakultas di ruang kuliah. Dalam pembukaan aruh itu, baik rektor maupun dekan kita memandang aruh ini positif dan perlu dibudayakan. Artinya, di masa mendatang perlu digelar aruh berikutnya. Bukan itu saja. Aruh ini dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel Hussin Kasah.

Ketika acara penutupan, Pembantu Dekan I FKIP Unlam Drs H Ahmad Sofyan MA menyatakan Aruh FKIP 2004 ini sukses. Kesuksesan itu, menurut ia, tak lepas dari ‘panitia’ yang cukup militan. Harap dicatat, itu pernyataan resmi pejabat FKIP. Beranjak dari situ, tentunya Aruh FKIP ini harus kita katakan sebagai acara serius dan bukan main-main. Ke depannya, bila aruh atau apa pun namanya digelar, harap dibantu dana, paling tidak doa restu. Hadirlah dan ikutilah segala kegiatannya. Serta, hendaknya tidak memandang aruh yang sarat agenda serba hebat itu dengan ‘sebelah mata’. Sebagus-bagusnya agenda yang direncanakan, tanpa didukung dan diikutsertai, it will be useless and meaningless. Tanpa dukungan penuh dan keikutsertaan dari sebagian besar warga FKIP Unlam, agenda itu pada hakikatnya gagal dilaksanakan.

Kepedulian Kita Dipertanyakan?

Tema Aruh FKIP 2004 adalah ‘Peningkatan Kinerja FKIP Unlam Dalam Melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi’. Sungguh, itu tema yang hebat. Jauh-jauh hari sebelum Hari H, spanduk ganal terpampang di dalam dan luar kampus FKIP tercinta. Bila sosialisasi dirasa kurang, saya tak bisa komentar lagi. Wong informasinya sudah diketahui. Bahkan, semua ketua jurusan dan ketua program terlibat dan dilibatkan dalam setiap rapat umum. Bila hal itu dirasa kurang, mau dibilang apa lagi, acara Aruh itu sudah berakhir. Hebatnya lagi: Aruh FKIP 2004 dibilang sukses?

Sosialisasi ekstern kampus dilakukan via surat pemberitahuan dan undangan ke seluruh penjuru Kalsel. Sebagai bukti, kawan saya yang bertugas di Kuripan, salah satu kecamatan di Kabupaten Barito Kuala, tahu FKIP ber-Aruh-an. Untuk sekadar diketahui, Kuripan itu adalah kecamatan paling terpencil dan terisolasi di kabupaten itu.

Menurut Dr Tarto, banyak kawan yang berdomisili di Banjarmasin menanyakan tentang Aruh ketika acara hampir selesai. Ironis memang. Lebih ironis lagi, sebagian kawan di FKIP menyatakan kurang tahu soal Aruh yang diselenggarakan di kampus tercinta ini. Kendati sosialisasi ke daerah dilakukan -baik melalui surat, pemberitaan pers maupun iklan- namun saya sangat maklum bila kawan alumni banyak yang tidak bisa hadir.

Ketidakhadiran mereka tentu didasarkan pada berbagai alasan. Misalnya: informasi tidak sampai, kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan dan sejenisnya yang membuat rencana temu kangen dan pembentukan ikatan ‘gagal’. Lalu, kita katakan kawan-kawan alumni tidak mempunyai kepedulian terhadap rencana pembentukan ikatan alumni yang kelak diharapkan bisa menjadi partner dalam rangka memajukan pendidikan di daerah ini? Atau, panitialah biang keladi ‘kegagalan’ itu?

Dengan demikian, militansi ‘panitia’ seperti disampaikan Pembantu Dekan I FKIP Unlam itu, perlu dipertanyakan. Sebab, kendati penggalangan dana dari berbagai pihak tergolong sukses, namun keikutseraan warga FKIP dalam Aruh itu minim dan sejumlah agendanya gagal digelar.

Namun demikian, saya masih punya keyakinan ikatan alumni FKIP Unlam Banjarmasin akan terbentuk. Entah kapan? Sebab, dari sekian orang alumni telah bersepakat membentuk tim kecil. Tim kecil ini akan ‘meneruskan’ rencana Panitia Aruh FKIP 2004 untuk membentuk Ikatan Alumni FKIP Unlam Banjarmasin? Kita tunggu saja program kerja mereka!

Amosfir Akademik Digugat?

Pada awalnya Dr Syakrani MSi dan Dr Wahyudi, terlihat sungkan membahas habis-habisan. Mungkin dalam memberikan kata pengantar, ketua panitia menyatakan proses penulisan amat singkat dan penulisnya dikategorikan sebagai ‘pemula’ namun mempunyai keinginan kuat untuk menulis. Maka, pembedahan yang mereka lakukan, hanya saran. Kendati begitu, Dr Wahyudi, sesekali melontarkan kritik tajamnya kepada insan FKIP Unlam.

Menurut saya, Aruh FKIP 2004 utamanya Peluncuran Dan Bedah Buku ‘Menguak Atmosfir Akademik’ (16 September 2004), memunculkan kritik dan otokritik terhadap -dan ide cemerlang tentang- upaya yang bisa diambil untuk perbaikan dan pengembangan FKIP Unlam. Dr Wahyudi, seorang praktisi dari SMAN 1 Banjarmasin, misalnya melontarkan kritik, FKIP Unlam masih memberikan yang out of date sementara di lapangan (sekolah) memerlukan yang up to date. Bahkan, dia ‘menantang’ insan pendidikan di FKIP untuk menawarkan program inovatifnya? dengan melibatkan praktisi (sekolah).

Otokritik terhadap FKIP, misalnya, datang dari Dr Wahyu MS, dosen FKIP yang punya dua keahlian: pendidikan dan sosiologi? Memang, dalam sejumlah diskusi kecil dan seminar tentang pendidikan baik yang digelar di FKIP maupun di luar FKIP, Dr Wahyu selalu berbicara lantang melontarkan kritiknya. Salah satu pernyataannya, mirip dengan pernyataan Dr Wahyudi, bahwa insan akademis di FKIP hendaknya tidak duduk manis di menara gading, tak tahu situasi nyata di lapangan.

FKIP Siap Dikritik?

Sebagai penutup tulisan ini, saya mengutip pernyataan pimpinan FKIP Unlam melalui Pembantu Dekan I yang menyatakan kesiapannya untuk dikritik. Untuk itu, saya sampaikan ada sejumlah masukan antara lain dalam hal: penciptaan atmosfir akademis FKIP; lulusan FKIP; peran FKIP untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan sekolah; pendokumentasian masukan atau kritikan, utamanya melalui media massa.

Tiga masukan pertama ditindaklanjuti atas dasar: kumpulan tulisan dengan judul ‘Menguak Atmosfir Akademik’ (2004); tulisan Norrahmiati ‘Output FKIP Antara Penawaran Dan Permintaan’ (Kalimantan Post, 14 Agustus 2004); tulisan Wahyudi ‘Menggugat Peran FKIP Unlam Terhadap Kebutuhan Dan Tuntutan Sekolah’ (Kalimantan Post, 15 September 2004).

Masukan keempat bisa dilakukan dengan menunjuk petugas khusus mengkliping tulisan di Koran yang menyinggung soal pendidikan dan FKIP. Beranjak dari kliping ini, fakultas dapat membutiri poin penting yang sekiranya dapat dimanfaatkan untuk membuat kebijakan tertentu. Kurang lebihnya, saya mohon maaf. Wallahu alam bish-shawab.

Dosen FKIP Unlam Banjarmasin, tinggal di Banjarmasin

One Response to “Kilas Balik Aruh FKIP Unlam 2004”

  1. anda punya blog atau tertarik dengan dunia blog, saya undang anda
    untuk gabung dengan komunitas blogger kalsel silakan register di
    http://kayuhbaimbai.org atau kontak saya di 085251534313/7718393

    salam blogger
    chandra

    Saya sudah coba mendaftar untuk bergabung dengan komunitas blogger kalsel. Sudah masuk atau belum, saya belum mencek lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: