Posted by fatchulfkip on October 24, 2008
PENDIDIKAN YANG TIDAK MENDIDIK
Drs. Abdul Muth’im, M.Pd.*)
Adalah hal yang sangat wajar jika pejabat pemerintah maupun orang tua berharap bahwa para pelajar di tingkat SMA/SMALB, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) maupun siswa-siswi SMP/SMPLB dan Madrasah Tsanawiyah/MTs berhasil dalam ujian Akhir Nasional (UN) yang mereka tempuh. Bagi pejabat pemerintah, keberhasilan siswa dalam menempuh UN dapat menjadi barometer keberhasilan pejabat bersangkutan dalam bidang pendidikan. Sebaliknya, jika banyak siswa yang gagal dalam UN, dipersepsikan bahwa pejabat tersebut gagal dalam membangun pendidikan di daerahnya. Tidak heran kalau hampir semua pejabat daerah baik bupati atau walikota, kepala dinas, kepala sekolah dan guru berusaha sekeras-kerasnya agar tingkat kelulusan siswa dalam UN di daerah masing-masing mencapati tingkat yang setinggi-tingginya – bila perlu 100%, tidak boleh ada yang tidak lulus. Read the rest of this entry »
Posted in Dunia Pendidikan | 1 Comment »
Posted by fatchulfkip on October 24, 2008
Oleh Fatchul Mu’in
Kampus FKIP Unlam memasang pengumuman di segala sudut Kampus. Pengumuman itu dikemas dalam bingkai sangat bagus. Isinya : Mahasiswa menjadi sasaran tembak pengumuman itu. Mereka, menurut pengumuman itu, tidak diperkenankan, antara lain, berpakaian ketat, kedodoran, mengenakan jeans sobek-sobek, kaus oblong?, dan sandal. Di sisi lain, mahasiswa diharuskan menjada kebersihan: buang sampah pada tempatnya. Baguslah bila isi pengumuman itu dijadikan pedoman berperilaku di kampus atau bahkan di tempat lain.
Sebenarnya, hal serupa sudah ada beberapa lain lalu. Pengumuman tentang etika kampus juga banyak bergelantungan di dinding luar dan dalam ruang kelas di kampus FKIP Unlam. Butir-butir dalam pengumuman ini sangatlah bagus. Namun, dari waktu ke waktu sampai terpasangnya pengumuman baru tentang etika berperilaku di kampus, tidak ada perubahan siginifikan. Hanya pada awal-awalnya saja, ada teguran-teguran sporadis. Setelah itu, terhenti. Tidak ada sanksi bagi pelanggar etika. Pakaian ternyata tetap saja, bahkan semakin menggila. Banyak mahasiswi berpakaian seperti pergi mall saja. Kurang layaklah bila dilakukan di kampus.
Mestinya, adakan sosialisasi secara memadai kepada semua mahasiswa. Pasang pengumuman dirasa kurang cukup. Adakan razia tiap hari dalam satu bulan. Setelah itu dua kali seminggu. Lalu, seminggu sekali dan terakhir sebulan sekali. Kalau didapati mahasiswa melanggar, ya tentu mereka diberi sanksi. Minimal dipanggil oleh PD 3 guna diberi pengarahan, nasihat, dan sanksi moral lainnya.
Posted in Opini | Leave a Comment »
Posted by fatchulfkip on October 16, 2008
Oleh: Fatchul Mu’in
Tanggal 7-8 November 2008, rombongan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Unpar Palangkarya, berada di Banjarmasin dalam rangka studi banding dengan program studi yang sama di FKIP Unlam Banjarmasin. Didampingi oleh Ketua Prodi, Natalina Asi, M.A., secara kelembagaan, mereka menjadi tamu fakultas atau bahkan universitas. Oleh karena mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, maka Program Studi yang sama diminta oleh Dekan FKIP Unlam untuk mempersiapkan penyambutan dan menjadi partner studi banding mereka. Read the rest of this entry »
Posted in Opini | 3 Comments »
Posted by fatchulfkip on October 15, 2008
SISI LAIN DARI SINETRON KITA : ANTARA HIBURAN DAN KEBERMANFAATAN*)
(Tanggapan atas Tulisan Nadzmi Akbar)
Saudara saya, Nadzmi Akbar, dalam tulisannya yang berjudul “Hati-hati dengan Nuansa Kemewahan Sinetron Televisi” (Kalimantan Post, Kamis, 8 Agustus 2002) menyoal tentang sinetron (kalau saya tidak salah tangkap) dari sisi hiburan yang cenderung memamerkan kemewahan berikut dengan sejumlah efek negatif dari penayangan sinetron tersebut. Saya sangat setuju dengan gagasan saudara saya tersebut. Namun, dalam beberapa hal saya mempunyai pandangan lain, sebagai berikut. Read the rest of this entry »
Posted in Dunia Seni | Leave a Comment »
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
INILAH AKU
Oleh : Fahrina Galuh Larasati
SMA Negeri 1 Banjarmasin
Tok… tok…tok…
Terdengar suara ketukan di luar sana. Hmmm, pasti mama. Aku lihat jam di dinding kamarku. Ya ampun masih pukul lima. Kurang kerjaan banget mamaku ini, mana hari ini hari minggu. Mataku yang masih lima watt tiba-tiba saja berubah menjadi lima puluh watt ketika mendengar suara mama di balik pintu kamarku.
“Siti bangun! Sholat shubuh dulu, sayang”
“Nanti saja ya Ma? Siti masih ngantuk”
“Sekarang! Nanti waktunya habis. Malu dong sama ayam”
“Ayam? Memangnya ayam bisa sholat juga ya Ma?”
“Aduh Siti. Nggak usah mengalihkan pembicaraan. Cepat sholat!”
“Iya” Read the rest of this entry »
Posted in Cerpen | 1 Comment »
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
Seni dan Budaya
Karya Fahrina Galuh Larasati
Mengapa seperti ini
Tuhan…
Hari ini hatiku terasa sangat perih
Bagaikan luka yang disiram air garam
Sungguh perih rasanya
Aku tidak rela
Sungguh-sungguh tidak rela Tuhan
Salahkah Tuhan jika aku tidak dapat menerima hal ini?
Sungguh aku telah berusaha Tuhan
Tapi masih saja nilaiku tidak memuaskan
Di manakah salahku Tuhan?
Padahal aku sangat yakin dengan jawaban-jawabanku..
Tapi mengapa aku hanya mendapat nilai enam puluh tujuh?
Kata orang Kau sayang dengan orang yang jujur
Tapi mengapa saat aku jujur nilaiku jelek
Sedangkan temanku yang bertindak tidak jujur bisa mendapat nilai yang bagus
Apakah aku harus tidak jujur juga?
Entahlah… Read the rest of this entry »
Posted in Puisi | 2 Comments »
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
SISI POSITIF MASA ORIENTASI SISWA (MOS)
(Klarifikasi atas Tulisan Muhammad Siddik)
Oleh : Fahrina Galuh Larasati
SMA NEGERI 1 BANJARMASIN
Banyak pihak menganggap MOS merupakan ajang perploncoan terhadap siswa-siswi baru.MOS dianggap sebagai hal tak penting. Bila tak penting, mengapa sekolah mengadakan MOS sebagai salah satu program sekolah? Tentu saja, MOS terlepas dari sisi positif-negatif, penting dan perlu dilaksanakan. Seperti yang pernah ditulis oleh Kak Hery Rosadi (Radar Banjarmasin, 26 Juli 2008), MOS merupakan ajang pembauran, suatu ajang untuk saling mengenal satu sama lain. Read the rest of this entry »
Posted in Artikel | 1 Comment »
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
TIPS FOR YOU
By Fahrina Galuh Larasati
SMA NEGERI 1 BANJARMASIN
Presently, students of senior high school will confront the final test or usually called with “UAN”. To confront the final test we must do some preparing everything, likes preparing matter of school, study everyday, etc. But, many students not do that. They think they can success in final examination with study in the night before the day or
its usually called “SKS (Sistem Kebut Semalam”).

There are many way that you can do to confront the final examination :
v Prepare three or two month before final examination, like :
· Study anytime and anywhere
· Repeat your lesson at the home
· Everyday, must to make time for practise to answer the question.
v Join the college
v Make a study group, sometimes study with your friend can be a good motivation.

v If you have much money, you can summon private teacher.
If you can do one of points over, I bealive you can succes in final examination.
Posted in tips | Leave a Comment »
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
Oleh : Galih Rizki Khairul Ulum
Siswa Kelas 1 SMAN 1 Banjarmasin
Pendahuluan
Perkembangan ilmu dan teknologi dapat membawa akibat positif dan negatif. Pada zaman dulu, di mana perkembangan ilmu dan teknologi belum semaju sekarang, tidak banyak masalah sosial. Di era modern ini, kehidupan masyarakat dipermudah oleh hasil-hasil teknologi yang serba canggih. Kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat, antara lain, penggunaan hasil teknologi yang berupata sepeda motor. Fungsi sepeda motor adalah untuk memudahkan masyarakat bepergian dari rumah ke tempat lain atau sebaliknya dalam waktu yang pendek. Tidak seperti dulu, orang – orang sering berjalan kaki atau bersepeda bila bepergian. Sekarang, sepeda motor disalahgunakan oleh sebagaian anak muda, yaitu: untk kebut-kebuatan. Kita tahu, kebut-kebutan dapat membahayakan diri sendiri dan juga membahayakan orang lain. Maka dari itu kami membuat makalah yang membahas tentang kenakalan remaja yang bertema kebut – kebutan. Read the rest of this entry »
Posted in Galih Rizki | 1 Comment »
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
Oleh: Fatchul Mu’in
Di sebuah sekolah ada perlakukan khusus terhadap orang kurang/tak mampu. Ada keringanan biaya, kalau dipandang sangat perlu, dibebaskan. Proses pengurusan tak menuntut banyak persyaratan. Cukup melayangkan surat permohonan keringanan atau pembebasan, dengan dilampiri surat keterangan tak mampu dari Lurah setempat. Kemudian, orang tua/wali murid yang bersangkutan dikunjungi oleh tim dari sekolah untuk mengobservasi dan memberikan rekomendasi apakah yang bersangkutan perlu diberi keringanan atau pembebasan. Lalu, orang tua/wali murid dipanggil oleh komite sekolah untuk diwancarai. Terakhir, komite sekolah menentukan besaran keringinan atau pembebasan.
Dalam wawancara itu sebenarnya bisa diketahui apakah orang tua/wali murid itu mampu atau tidak. Terkadang, walau dia sebenarnya mampu saja membayar kewajiban, namun karena ada kesempatan untuk mendapatkan keringinan, tetap saja dia meminta keringinan biaya, bahkan karena perlu, bebas dari biaya sekolah. Orang seperti ini bisa dikategorikan ”mampu tetapi pura-pura tidak mampu”.
Ada memang, sejumlah orangtua/wali murid yang tidak mampu. Mereka adalaah janda, korban PHK, abang becak, abang ojek dan lain-lain. Mereka tidak punya penghasilan tetap, sehingga cukup beratlah bila mereka harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk uang pengembangan dan seratus rupiah lebih untuk iuran bulanan. Bila rekomendasi yang diberikan tim sekolah, bahwa mereka harus dibebaskan, adalah suatu keharusan.
Idealnya, orang tua/wali murid yang berkecukupan bersedia memberikan donasi terhadap saudara kita yang kurang beruntung. Bila sekolah dan komite bisa merancang program subsidi silang, maka orang-orang kurang/tak mampu akan terbantu. Bukan hal tak mungkin, bahwa anak-anak mereka termasuk anak-anak cerdas. Amat sayang, bila anak cerdas tidak natau kurang mendapat perhatian. bila ada program bea siswa, mereka inilah yang musti mendapatkan prioritas.
Namun demikian, dalam kondisi apapun, tak ada yang gratis di dunia ini. Jangankan sekolah, mau berak atau kencing saja di WC umum, kita harus bayar Hanya bakantut saja, yang belum ditarik bayaran.
Posted in Opini | Leave a Comment »