Posted by fatchulfkip on October 24, 2008
Language
Before starting to discuss a language, sometimes we are necessary to define it. In this relation, we may make some questions such as: “What is a language?”, or “What do you know about a language”, or “What is meant by a language?” Someone’s answer may be different from that of the other. For instance, he says: “Oh, it is what we use in communication” or the other says: “It is made up of sentences that convey meaning”, or perhaps someone else says: “It is a means of communication”. If those definitions are viewed from the study of language, they are insufficient ones. Let us examine the following definitions: Read the rest of this entry »
Posted in Language | 1 Comment »
Posted by fatchulfkip on October 24, 2008
PENDIDIKAN YANG TIDAK MENDIDIK
Drs. Abdul Muth’im, M.Pd.*)
Adalah hal yang sangat wajar jika pejabat pemerintah maupun orang tua berharap bahwa para pelajar di tingkat SMA/SMALB, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) maupun siswa-siswi SMP/SMPLB dan Madrasah Tsanawiyah/MTs berhasil dalam ujian Akhir Nasional (UN) yang mereka tempuh. Bagi pejabat pemerintah, keberhasilan siswa dalam menempuh UN dapat menjadi barometer keberhasilan pejabat bersangkutan dalam bidang pendidikan. Sebaliknya, jika banyak siswa yang gagal dalam UN, dipersepsikan bahwa pejabat tersebut gagal dalam membangun pendidikan di daerahnya. Tidak heran kalau hampir semua pejabat daerah baik bupati atau walikota, kepala dinas, kepala sekolah dan guru berusaha sekeras-kerasnya agar tingkat kelulusan siswa dalam UN di daerah masing-masing mencapati tingkat yang setinggi-tingginya – bila perlu 100%, tidak boleh ada yang tidak lulus. Read the rest of this entry »
Posted in Dunia Pendidikan | 1 Comment »
Posted by fatchulfkip on October 24, 2008
Oleh Fatchul Mu’in
Kampus FKIP Unlam memasang pengumuman di segala sudut Kampus. Pengumuman itu dikemas dalam bingkai sangat bagus. Isinya : Mahasiswa menjadi sasaran tembak pengumuman itu. Mereka, menurut pengumuman itu, tidak diperkenankan, antara lain, berpakaian ketat, kedodoran, mengenakan jeans sobek-sobek, kaus oblong?, dan sandal. Di sisi lain, mahasiswa diharuskan menjada kebersihan: buang sampah pada tempatnya. Baguslah bila isi pengumuman itu dijadikan pedoman berperilaku di kampus atau bahkan di tempat lain.
Sebenarnya, hal serupa sudah ada beberapa lain lalu. Pengumuman tentang etika kampus juga banyak bergelantungan di dinding luar dan dalam ruang kelas di kampus FKIP Unlam. Butir-butir dalam pengumuman ini sangatlah bagus. Namun, dari waktu ke waktu sampai terpasangnya pengumuman baru tentang etika berperilaku di kampus, tidak ada perubahan siginifikan. Hanya pada awal-awalnya saja, ada teguran-teguran sporadis. Setelah itu, terhenti. Tidak ada sanksi bagi pelanggar etika. Pakaian ternyata tetap saja, bahkan semakin menggila. Banyak mahasiswi berpakaian seperti pergi mall saja. Kurang layaklah bila dilakukan di kampus.
Mestinya, adakan sosialisasi secara memadai kepada semua mahasiswa. Pasang pengumuman dirasa kurang cukup. Adakan razia tiap hari dalam satu bulan. Setelah itu dua kali seminggu. Lalu, seminggu sekali dan terakhir sebulan sekali. Kalau didapati mahasiswa melanggar, ya tentu mereka diberi sanksi. Minimal dipanggil oleh PD 3 guna diberi pengarahan, nasihat, dan sanksi moral lainnya.
Posted in Opini | Leave a Comment »