Sajak
Posted by fatchulfkip on October 12, 2008
Seni dan Budaya
Karya Fahrina Galuh Larasati
Mengapa seperti ini
Tuhan…
Hari ini hatiku terasa sangat perih
Bagaikan luka yang disiram air garam
Sungguh perih rasanya
Aku tidak rela
Sungguh-sungguh tidak rela Tuhan
Salahkah Tuhan jika aku tidak dapat menerima hal ini?
Sungguh aku telah berusaha Tuhan
Tapi masih saja nilaiku tidak memuaskan
Di manakah salahku Tuhan?
Padahal aku sangat yakin dengan jawaban-jawabanku..
Tapi mengapa aku hanya mendapat nilai enam puluh tujuh?
Kata orang Kau sayang dengan orang yang jujur
Tapi mengapa saat aku jujur nilaiku jelek
Sedangkan temanku yang bertindak tidak jujur bisa mendapat nilai yang bagus
Apakah aku harus tidak jujur juga?
Entahlah…
Lagi
Mati lampu lagi…
Lagi-lagi mati lampu
Malam ini lampu mati lagi
Aduh…
Mengapa mati lampu selalu lagi-lagi?
Pusing…
Memangnya tidak ada kata-kata lagi selain mati lampu
Aku lagi termenung memikirkan sesuatu
Kapan ya mati lampu lagi?
Aku Manusia
Aku ingin menjadi angin
Karena anginlah yang menggerakan awan untuk menurunkan hujan
Karena anginlah yang membawa kapal-kapal nelayan ke tengah laut
Karena anginlah yang memberikan kesejukkan melalui bisikannya yang lembut
Tapi sayang…
Aku bukan angin
Aku hanyalah manusia biasa
Yang tidak bisa menurunkan hujan
Yang tidak bisa membawa kapal-kapal nelayan ke tengah laut
Yang tidak bisa memberikan kesejukkan
Aku ingin menjadi pohon kelapa
Karena setiap bagian pohon kelapa memberikan manfaat
Buahnya…
Daunya…
Batangnya
Bahkan kulit buahnya
Namun…
Aku bukan pohon kelapa
Aku manusia
Manusia yang memiliki otak untuk berpikir
Manusia yang memiliki tenaga untuk bekerja
Manusia yang ingin menjadi angin dan pohon kelapa
Manusia yang ingin menjadi orang berguna untuk semua
Sekolahku
Satu pagi di bulan Juli dua tahun yang lalu
Dengan semangat yang menggebu aku berangkat ke sekolah baruku
Bangganya bisa masuk ke sekolah itu
Sekolah yang katanya berstandar internasional
Sekolah yang katanya memiliki fasilitas yang bejibun
Sayang…
Rasa bangga itu sekarang telah berubah menjadi kebencian
Benci karena merasa tertipu
Benci karena semua itu hanya omong kosong
Benci karena semuanya munafik
Seseorang untukku
Saat aku sedih aku berdoa
Ya Tuhanku tolong aku
Tolong kirimkan seseorang untuk menghiburku
Saat aku senang akupun berdoa
Ya Tuhan bantu aku
Bantu aku untuk mencari seseorang untuk berbagi denganku
Ketika dia masuk dalam kehidupanku
Aku bertanya
Apakah dia jawaban dari doaku
Benar saja
Saat aku menangis dialah orang yang pertama mengatakan
“Jangan menangis”
Dan saat aku tertawa dia tersenyum melihatku lalu mengatakan
“Aku turut bahagia”
Terima kasih Tuhan
Ternyata Kau telah mengabulkan doa-doaku
Engkau telah mengirimkan dia untukku
Dia yang kini dan nanti akan menjadi sahabatku
Melyn
Makhluk edan tapi lucu yang kini dan nanti ada di hatiku
Melyn
Itulah dia…
Orang aneh yang dua tahun lalu aku kenal
Dia sahabatku…
Walaupun kami baru kenal
Dia wanita hebat…
Walaupun sifatnya seperti anak-anak
Dia membuatku tertawa
Tertawa melihat tingkahnya yang lucu
Namun dia pula yang bisa membuatku menangis
Menangis karena takut kehilangan sahabat seperti dia
Melyn temanku…
Tahukah kamu, ketika aku menulis ini pipiku basah
Basah karena ada air yang jatuh dari mataku
Tahukah kamu, aku sedih saat ini
Sedih karena aku tahu kamu akan pergi meninggalkanku
Ingatlah teman
Namamu akan selalu bertengger di hati
Sebab kau adalah melyn
Makhluk edan tapi lucu yang kini dan nanti ada di hatiku
Melyn temanku…



melyn said
Wah, ada puisi tentang aku..
Hehe..
Apa kabar om?
Ini semua puisi galuh om?
melyn said
ok ok.. om..